Adiwerna, AnsorTegalkab.id - Regenerasi kepemimpinan Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU). Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor yang dirangkaikan dengan pelantikan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Desa Kalimati masa khidmat 2026–2028 di Gedung NU Desa Kalimati, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Adiwerna tersebut dihadiri kader Ansor-Banser se-Kecamatan Adiwerna, jajaran pengurus PAC, pembina, serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kalimati. Dalam prosesi pelantikan, Joko Tirto Wening Suci resmi dilantik sebagai Ketua PR GP Ansor Kalimati oleh Khaeru Zadit Taqwa dari PC GP Ansor Kabupaten Tegal, yang hadir mewakili ketua cabang.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Adiwerna, Zam Zami, dalam sambutannya mengingatkan kader Ansor agar senantiasa menjaga kesinambungan perjuangan para ulama. Ia menyampaikan bahwa kepergian KH. Syamsudin Wa'ad merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Adiwerna, mengingat peran almarhum dalam kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.
“Adiwerna telah kehilangan tokoh besar, KH. Syamsudin Wa'ad. Beliau adalah pakunya Adiwerna. Kita semua merasakan kehilangan atas kepergian beliau,” ujar Zam Zami.
Menurutnya, warisan perjuangan ulama tidak boleh berhenti pada kenangan, tetapi harus diteruskan melalui pengabdian nyata generasi penerus. Karena itu, kader Ansor dituntut memiliki kesiapan mental, keikhlasan, dan komitmen untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah ditanamkan para ulama NU.
“Kader Ansor harus siap melanjutkan perjuangan beliau. Kita harus menjaga semangat khidmah, meneruskan nilai-nilai perjuangan ulama, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Khaeru Zadit Taqwa dari PC GP Ansor Kabupaten Tegal, yang bertugas melantik pengurus ranting mewakili ketua cabang, menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, jabatan dalam organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kesungguhan, dan komitmen.
“Setelah dilantik, pengurus memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanah organisasi. Pelantikan ini harus menjadi awal pengabdian, bukan hanya berhenti pada seremoni,” pesannya kepada pengurus yang baru dilantik.
Ia mengingatkan bahwa setiap kader memiliki kesibukan dan tanggung jawab pribadi, baik dalam pekerjaan maupun keluarga. Namun, kesibukan tersebut hendaknya tidak dijadikan alasan untuk mengabaikan amanah yang telah diterima. Keseimbangan antara tanggung jawab pribadi dan organisasi perlu diupayakan agar roda kepengurusan tetap berjalan.
“Setiap orang tentu memiliki kesibukan masing-masing. Akan tetapi, ketika sudah menerima amanah organisasi, kita harus berusaha menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Komitmen dan tanggung jawab menjadi kunci agar organisasi tetap hidup dan berkembang,” ungkap Khaeru Zadit Taqwa.
Ia berharap Joko Tirto Wening Suci beserta seluruh jajaran pengurus PR GP Ansor Kalimati mampu membangun kekompakan, menjaga komunikasi, serta menghidupkan kegiatan organisasi yang berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, kader Ansor-Banser harus terus memperkuat tradisi ke-NU-an, meningkatkan semangat persaudaraan, dan menjadikan khidmah sebagai landasan dalam menjalankan tugas organisasi.
Editor: Tahmid
Kirimkan opini, gagasan, atau laporan kegiatan kader kepada kami di GP Ansor Kab. Tegal.
Hubungi Kami