Pelantikan Ansor Kalimati, KH Busthomi Tekankan Pentingnya Ulama dalam Penguatan Ke-NU-an Kader

Oleh: Admin Website
14 Oct 2026
Warta Organisasi
Pelantikan Ansor Kalimati, KH Busthomi Tekankan Pentingnya Ulama dalam Penguatan Ke-NU-an Kader

Adiwerna, AnsorTegalkab.id - Penguatan pemahaman ke-NU-an dan kecintaan terhadap ulama menjadi pesan penting dalam kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor yang dirangkaikan dengan pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Kalimati masa khidmat 2026–2028. Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Adiwerna tersebut berlangsung di Gedung NU Desa Kalimati, Selasa (13/10/2026), dan dihadiri jajaran pengurus Ansor-Banser, pembina, serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU) Desa Kalimati.

 

Dalam pelantikan tersebut, Joko Tirto Wening Suci resmi dikukuhkan sebagai Ketua PR GP Ansor Kalimati masa khidmat 2026–2028. Prosesi pelantikan dilaksanakan oleh Khaeru Zadit Taqwa dari PC GP Ansor Kabupaten Tegal yang mewakili ketua cabang. Rangkaian kegiatan diawali dengan istighotsah, sambutan pengurus, prosesi pelantikan, dan dilanjutkan mauidhoh hasanah oleh Katib Syuriah MWC NU Adiwerna, KH. Busthomi Khaerudin.

 

Dalam mauidhoh hasanah, KH. Busthomi Khaerudin menegaskan bahwa kehadiran ulama dalam kegiatan rutin Ansor memiliki peran penting untuk membangun pemahaman kader terhadap ajaran, tradisi, dan perjuangan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, kaderisasi tidak hanya berkaitan dengan penguatan organisasi, tetapi juga perlu disertai pembinaan keagamaan yang berkesinambungan.

 

“Ansor perlu menghadirkan para ulama dalam kegiatan rutinnya agar kader mendapatkan pemahaman yang benar tentang Nahdlatul Ulama. Dengan begitu, kecintaan kepada ulama dan tradisi NU dapat terus tumbuh,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, kegiatan MDS Rijalul Ansor hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat hubungan spiritual kader dengan para ulama sekaligus memperdalam wawasan ke-NU-an. Melalui forum tersebut, kader diharapkan mampu memahami nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Jangan sampai kegiatan rutin Ansor hanya menjadi ajang berkumpul. Harus ada nilai keilmuan dan pembinaan yang diperoleh kader, terutama berkaitan dengan pemahaman terhadap NU, perjuangan para muassis, serta keteladanan para ulama,” pesannya.

 

KH. Busthomi juga mengingatkan bahwa pembelajaran keagamaan memiliki ruang dan metode masing-masing. Kegiatan rutin Ansor dapat diarahkan untuk memperkuat pemahaman ke-NU-an melalui bimbingan ulama, sedangkan kajian fikih dan keilmuan Islam lainnya dapat diperdalam melalui majelis taklim maupun forum pengajian yang sesuai.

 

“Para kader harus terus belajar dan tidak merasa cukup dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Dengan bimbingan ulama, pemahaman keagamaan akan semakin kuat dan kader dapat menjalankan khidmah organisasi dengan bekal ilmu serta akhlak yang baik,” tegasnya.

 

Ia berharap kepengurusan PR GP Ansor Kalimati yang baru dilantik mampu menjaga kekompakan, meningkatkan keaktifan organisasi, dan memperkuat hubungan dengan jajaran NU di tingkat ranting maupun kecamatan. Menurutnya, pengabdian kepada Nahdlatul Ulama harus berjalan seiring dengan penghormatan kepada ulama, penguatan tradisi keilmuan, dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Jadikan organisasi sebagai jalan untuk berkhidmah, mempererat silaturahmi, dan melanjutkan perjuangan para ulama. Ansor-Banser harus tetap dekat dengan ulama, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya

 

Kontributor: Budianto

Editor: Tahmid